Korek kuping "Berbahaya"

Bookmark and Share
Banyak anggapan KOREK KUPING itu untuk membersihkan telinga dari kotoran..

Tapi sebenernya korek kuping itu justru BERBAHAYA...

Kenapa? Bukannya korek kuping itu membersihkan telinga? Memang betul.. Korek kuping akan membuat kuping kita BENAR-BENAR BERSIH. Tetapi jangan salah.. telinga kita adalah bagian tubuh yang terdiri dari berbagai saraf yang rumit.. apabila kita mengorek bagian dalam maka otomatis saraf juga tertekan.. banyak akibat negatif yang bisa kita rasakan..
Seperti:

1. Wajah menjadi tidak simetris. Tidak secara langsung, tetapi bila proses saraf terus menerus tertekan maka (dalam waktu belasan tahun) saraf pengontrol otot wajah akan menjadi tidak seimbang dan menyebabkan wajah menjadi tidak simetris. Contohnya seperti kelopak mata yang beda sebelah, ini adalah hasil dari kita menekan saraf pengontrol otot wajah.

2. Apabila mengorek terlalu keras dapat melukai kulit dalam telinga.

3. Secara tidak sadar kita telah membuang getah bening dari dalam telinga (yang berwana agak kekuningan) yang berfungsi untuk menangkap kotoran. Apabila getah tersebut dihilangkan maka kotoran akan mudah mengenai gendang telinga kita, dan mungkin dapat menyebabkan tuli. Dan getah bening tersebut BUKANLAH kotoran, itu memang diproduksi telinga (sama halnya seperti kelenjar yang berlendir yang ada di bagian dalam hidung kita yang berfungsi mengenali bau dan mentransfer ke otak informasi bau yang kita hirup). Apabila warna getah bening telah menjadi kemerahan artinya banyak kotoran yang telah tertangkap.

4. Apabila kita menekan bagian dalam atas telinga (dekat gendang telinga) dapat mengurangi fungsi pendengaran kita. karena di situ letak saraf yang mengatur ketajaman fungsi pendengaran

Lalu bagaimana cara membersihkan telinga??


Membersihkan kotoran telinga sebenarnya cukup sebatas daun telinga saja, tidak perlu sampai ke liang telinga. Mengapa? Karena telinga sudah memiliki mekanisme pembersihannya sendiri. Pada liang telinga, tepatnya di 1/3 bagian luar telinga yang berbulu, terdapat kelenjar minyak atau serumen. Ini berfungsi untuk mencegah masuknya kotoran, serangga, serta bakteri. Dalam keadaan normal kelenjar ini akan mengeluarkan minyak sedikit demi sedikit, meleleh keluar ke daun telinga. Limbahnya menyerupai kotoran yang liat atau lembek, namun akan mengering dengan sendirinya. Setelah kering, kelenjar tadi akan memproduksi minyak kembali. Demikian mekanisme kerjanya dalam membersihkan telinga secara alami. Tetapi kalau liang telinga terlalu sering dirangsang, kelenjar ini akan mengeluarkan minyak berlebihan yang justru kurang baik buat kesehatan telinga.

Yang perlu diperhatikan, bila Anda membersihkan dengan cotton bud jangan sampai ke liang telinga. Kalau sampai ke liang telinga, sebagian besar kotoran malah akan terdorong masuk ke bagian lebih dalam yakni gendang telinga yang kemudian menumpuk dan membatu. Apalagi kalau jenis kotorannya kering dan keras. “Di sinilah seseorang akan mendapat masalah karena bagian dalam telinga terasa gatal. Kalau dikorek-korek sendiri, dengan korek kuping misalnya, bisa mengakibatkan luka kulit atau gendang telinga, kulit gatal mirip eksim atau bahkan terjadi infeksi sampai bernanah (otitis media) alias congek”, tambah dr. Hadjar. Kasus gangguan telinga pada balita lantaran cara membersihkan telinga yang salah ini cukup banyak terjadi di Indonesia. Infeksi ini sering menimbulkan demam.

Kalau diketahui ada kotoran yang telah mengeras di dekat gendang telinga, harus segera diperiksakan ke dokter ahli THT. Biasanya dokter akan memberikan obat tetes telinga (karbol gliserin 10%) untuk memecahkan kotoran tersebut. Kotoran yang sudah pecah disemprot atau dikorek keluar. Infeksi yang barangkali timbul lantaran iritasi kotoran itu diatasi dengan pemberian obat antibiotika. Di samping bisa mengakibatkan infeksi, kotoran membatu tadi akan menyebabkan telinga terasa sakit atau agak tuli sehabis berenang. Sebab air yang masuk akan terhalang keluar. Bahkan, kalau lubang telinga yang tersumbat hanya sebelah, bisa mengakibatkan pusing atau vertigo (berputar), terutama bila Anda berenang di air dingin.



Baca juga yang lain :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar