Fakta-fakta tentang Buta Warna

Bookmark and Share
Buta warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis

Mungkin kebanyakan orang , berpikir bahwa 'Dunia' penderita Buta Warna itu hanya ada dua warna , yaitu hitam dah putih . itu salah ! karena ternyata penderita Buta warna berbeda jenisnya (ada juga kok penderita buta warna yang bisa melihat warna diluar hitam putih) . untuk tahu lebih lanjut baca dibawah ini.

Jenis-Jenis Klarifikasi Buta Warna

1. Trikromasi

Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas warna dari satu atau lebih sel kerucut pada retina. Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-orang. Ada tiga klasifikasi turunan pada trikomasi:
Protanomali, seorang buta warna lemah mengenal merah
Deuteromali, warna hijau akan sulit dikenali oleh penderita
Trinomali (low blue), kondisi di mana warna biru sulit dikenali penderita.


2. Dikromasi

Yaitu keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada tiga klasifikasi turunan:
Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada sehingga tingkat kecerahan warna merah atau perpaduannya kurang
Deuteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut yang peka terhadap warna hijau
Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak ditemukan.

3. Monokromasi
Nah mungkin Buta Warna Monokromasi yang paling terkenal

Monokromasi sebenarnya sering dianggap sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini ditandai dengan retina mata mengalami kerusakan total dalam merespon warna. Hanya warna hitam dan putih yang mampu diterima retina (tapi ini jarang banget , kemungkinanya kecil)

Penyebab Buta Warna

Buta warna adalah kondisi yang diturunkan secara genetik. Dibawa oleh kromosom X pada perempuan, buta warna diturunkan kepada anak-anaknya. Ketika seseorang mengalami buta warna, mata mereka tidak mampu menghasilkan keseluruhan pigmen yang dibutuhkan untuk mata berfungsi dengan normal.

Fakta-fakta tentang Buta Warna

1.Buta warna lebih sering terjadi pada seseorang berjenis kelamin lelaki dibandingkan perempuan. Sebanyak 99% seorang buta warna tidak mampu membedakan antara warna hijau dan merah. Juga ditemukan kasus penderita yang tak bisa mengenali perbedaan antara warna merah dan hijau.

2.Cacat mata ini merupakan kelainan genetik yang diturunkan oleh ayah atau ibu.

3. Belum dapat dipastikan berkaitan jumlah penderita, akan tetapi sebuah penelitian menyebutkan sebesar 8 -12% lelaki Eropa adalah pengidap buta warna. Sementara persentase perempuan Eropa yang buta warna adalah 0,5 -1%. Tingkat buta warna di benua lain tentu bervariasi.

4. Tidak ada cara untuk mengobati buta warna, karena ia bukan penyakit melainkan cacat mata. Bisa jadi seorang buta warna akan merasa tersiksa dengan keadaan ini. Sebagian perusahaan menetapkan syarat bahwa
pekerjanya harus tidak buta warna.

5. Untuk mengetahui apakah seseorang menderita buta warna, dilakukan tes dengan menggunakan plat bernama Ishihara

6. Banteng ternyata buta warna. Kesan yang ditimbulkan warna merah mengakibatkan binatang tersebut melonjak emosinya, bukan akibat warna merah itu sendiri.

7. Pada Perang Dunia II, serdadu yang buta warna dikirim untuk melakukan misi tertentu. Ketidakmampuan mereka untuk melihat warna hijau dialihfungsikan untuk mendeteksi adanya kamuflase yang dilakukan pihak lawan.

8. Setiap orang yang buta warna terlahir buta warna (dari umur 0 tahun udah buta warna)

9. Penyandang buta warna selalu dihantui oleh pertanyaan "Warna apakah ini?"

Cara Menguji Buta Warna

1 Carilah sebuah kotak, lingkaran dan bintang pada kartu dibawah ini :



2 Lagi. Dalam tiga detik, temukan sebuah lingkaran, persegi atau sebuah bintang dari gambar berikut.



3 Dibawah ini perhatikan gambar di atas. Lalu coba cari gambar salah satu benda yang ada di gambar atas pada gambar yang ada dibawahnya.





Jawaban 1 : Semua orang dapat melihat gambar persegi, bintang dan lingkaran
Jawaban 2 : Orang dengan buta warna hanya bisa melihat gambar persegi
Jawaban 3 : Orang dengan buta warna tidak akan melihat gambar apa-apa



Baca juga yang lain :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar